بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Selasa, 04 Juni 2013

CARA PEMANFAATAN FESES TERNAK UNTUK PAKAN IKAN LELE

BAHAN-BAHAN YANG DIBUTUHKAN :
  1. Kotoran TERNAK, basah atau kering 
  2. Tetes tebu / molase / gula 
  3. Fermentor (EM4, Prodecom, dll)
 APLIKASI FESES TERNAK UNTUK PAKAN IKAN LELE
  1. Tebarkan kotoran TERNAK secara merata di dasar kolam dengan perbandingan 500 kg untuk 1000 ekor bibit lele, lalu  isi kolam dengan air tanah sampai dengan ketinggian 10 cm dari permukaan kotoran TERNAK.
  2. Campurkan fermentor dengan molase dengan perbandingan 1 lt fermentor, 2 lt molase dan 10 lt air sampai merata
  3. Biarkan selama 2 jam agar bakteri menjadi aktif
  4. Masukkan campuran fermentor, molase dan air tanah ke dalam kolam secara merata supaya proses fermentasi sempurna, dan biarkan selama 7 hari.
  5. Setelah 7 hari, kolam diisi air sampai batas maksimal, lalu dibiarkan selama 3 hari
  6. Setelah semua proses dilakukan, masukkan bibit ikan lele ukuran 7/9 ke dalam kolam dengan perbandingan 1 m2 untuk 250 - 300 ekor bibit.
  7. Pada saat memasukkan bibit ikan lele, jangan lupa melakukan aklimatisasi selama kurang lebih 2 jam
  8. Bila semua prosedur sudah dilakukan, maka 90 hari kemudian akan bisa panen ikan lele
  9. Selamat mencoba dan semoga sukses
 CATATAN :
  1. Kotoran ternak yang digunakan adalah kotoran yang sudah dilayukan / di angin-anginkan, minimal selama 2 minggu - 1 bulan, supaya kadar gas methan dan amoniak yang terkandung didalamnya jadi minimal. Kadar amoniak dan gas methan yg tinggi berbahaya bagi bibit lele yg notabene terbiasa dengan perawatan secara non-organik. Juga jangan lupa melakukan aklimatisasi / pengadaptasian, dengan cara : menaruh bibit lele & air dari kolam asal dalam suatu wadah khusus, lalu secara perlahan air kolam dialirkan kedalam wadah tersebut, dan secara perlahan air dari kolam asli akan terganti dengan air kolam yang akan digunakan untuk tempat budidaya bibit. Perubahan temperatur & kandungan air yang terlalu mendadak dapat mengakibatkan bibit lele stress, sehingga resiko kematian meningkat.
  2. Untuk mencapai keseragaman ukuran, sebaiknya setiap 1 bulan sekali dilakukan penyaringan / penyortiran ikan. ikan yang besar dicampur dengan yg besar, dan yg kecil dicampur dengan yg kecil. Dengan begitu, maka saat dijual akan didapatkan ukuran ikan yg seragam, dan perkembangan ikan juga lebih baik. 

1 komentar:

  1. makasih mas infonya..
    kebetulan saya juga lagi nyoba..
    semoga berhasil..

    BalasHapus