بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Rabu, 15 Mei 2013

Budidaya Lele = Budidaya Air (Manajemen Air)



 
Gan budidaya lele itu mau ga mau kita juga kudu budidaya air soalnya itu lele kan hidup di air, Oleh sebab itu kami membuat konsep GREEN WATER SYSTEM untuk membuat lele nyaman dam perkembangannya, hal ini sangat penting dilakukan agar kelangsungan hidup lele bisa lebih besar.

Kosep Green Water System
  1. Buatlah kolam dari terpal (4x8m atau 3x4m) Tinggi 1,25m Kemudian isi air dengan ketinggian 60cm 
  2. Siapkan pelepah pisang/gedebog (dipotong 50-100cm) dan 10-20 helai daun pepaya ditumbuk/dicacah lembut) Kedua bahan tersebut direndam dalam kolam terpal selama 2-3 malam Fungsi : Daun pepaya merupakan anti septic alami dan juga sebagai buffer PH pada air kolam. Gedebog pisang bisa menyerap racun dan juga menjadi media nutrisi untuk pertumbuhan lumut alami 
  3. Setelah direndam 2-3 malam air dikuras habis. Gedebog dan daun pepaya diambil dan dibuang, sedangkan lumut dibiarkan. 
  4. Siapkan pupuk kandang (kompos) dan Probiotik GROWBAC/ GROWBAC FORTE Kolam di isi air kembali setinggi 60 cm. Pupuk kandang sebelumnya dimasukkan didalam karung dan dilubangi kecil-kecil. Pupuk kandang direndam pada dua sisi kolam selama 2-3 malam.Tambahkan 2 sedok GROWBAC/GROWBAC FORTE yang dicampur dengan air hangat (suhu 40–45°C) di ember plastik. Kemudian di aduk, lalu masukkan ke kolam terpal, biarkan selama 2-3 malam. Fungsi : Pupuk kandang: menumbuhkan plankton alami.Probiotik (GROWBAC/GROWBAC FORTE) untuk membuat bakteri flok pada kolam. 
  5. Siapkan GROWBAC/GROWBAC FORTE Setelah 2-3 malam/ hari karung yang berisi pupuk kandang di ambil Kemudian amati perubahan warna pada air kolam. 
  6. Langkah terakhir adalah:
  • Tambahkan 2 sedok GROWBAC/GROWBAC FORTE dicampur dengan air hangat di ember plastik.Kemudian di aduk, lalu masukkan ke kolam terpal, biarkan selama 2-3 malam. 
  • Bila warna air jelek ulangi step dari awal lagi ini penting untuk kelangsungan hidup benih lele
  • Setelah 2-3 malam/ hari amati lagi perubahan warna pada air kolam.
Warna Air:
• Hijau kecoklatan
• Hijau kekuningan, keduanya dominasi warna hijau
 
Kenapa kualitas air kolam lele mudah berubah ????
- Lele hidup di satu tempat dalam berkembang
- Makan di kolam
- Buang kotoran dikolam
- Pakan lele 100% pellet yang kaya akan protein hewani
- Penumpukan kotoran ikan merupakan sumber amoniak yang jadi racun bagi lele
 
Apa yang terjadi jika air kolam jelek ???
1. Bau
2. Nafsu makan lele turun
3. Stress
4. Imunitas turun
5. Mudah terkena penyakit
6. Perut kembung
7. Posisi lele menggantung
8. Bergerombol pada ujung kolam atau pojokkan kolam

Kecepatan turunnya kualitas air kolam di pengaruhi :
1. Sumber air
2. Ukuran ikan
3. Kepadatan ikan
4. Pakan
5. Aplikasi bahan kimia
6. Cuaca

Tindakan pencegahan :
     1. Pengurangan /penambahan air kolam
     2. Siphonisasi/sedot kotoran dalam dasar kolam
     3. Pembatasan kepadatan lele
     4. Optimalkan penggunaan p.r.o.b.i.o.t.i.k

Selasa, 14 Mei 2013

Cara Pembiakan EMxxx

Prosedur Pembiakan Bakteri EMXXX adalah sebagai berikut:

Bahan dan Komposisi :
1.    1 liter bakteri
2.    3 kg bekatul (minimal)
3.    ¼ kg gula merah/gula pasir/tetes tebu (pilih salah satu)
4.    ¼ kg terasi
5.    5 liter air

Alat dan Sarana :
1.    Ember
2.    Pengaduk
3.    Panci pemasak air
4.    Botol penyimpan
5.    Saringan (dari kain atau kawat kasa)

 Cara Pembiakan:

  • Panaskan 5 liter air sampai mendidih.
  • Masukkan terasi, bekatul dan tetes tebu/gula (jika memakai gula merah harus dihancurkan dulu), lalu aduk hingga rata.
  • Setelah campuran rata, dinginkan sampai betul-betul dingin! (karena  kalau tidak betul-betul dingin, adonan justru dapat membunuh bakteri  yang akan dibiakkan).
  • Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian ditutup rapat selama 2 hari.
  • Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang lebih 10 menit.
  • Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan disaring, kemudian  disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan terlalu rapat  (agar bakteri tetap mendapatkan oksigend ari udara).
  • Selanjutnya, botol-botol bakteri tersebut siap digunakan untuk membuat  kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi campuran seperti  yang akan diuraikan dibawah ini.

Catatan: Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan lagi dengan  menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang dingin  dan gula saja.

Cara Membuat Pakan Lele Dari Ampas Tahu



Dalam usaha Budidaya lele ini, kami berusaha membuat ramuan organik yang berbahan dasar "Ampas Tahu" dengan tujuan agar lele dapat berkembang seperti di habitat aslinya yaitu memakan makanan yang berasal dari bahan organik sehingga ikan lele akan tumbuh sehat dan menghasilkan panenan yang lebih besar daripada ikan lele yang di beri pakan dari bahan nonorganik. Selain itu juga untuk menekan atau mengurangi biaya pengeluaran serta mengurangi menumpuknya limbah dari Ampas Tahu tersebut.

Berikut kami akan ulas dan beberkan teknik pembuatan pakan lele dari "Ampas Tahu". Sebelumnya persiapkan bahan-bahan seperti berikut:
·       Ampas Tahu
·       Prebiotik
·       Tetes
·       Temulawak
·       Ragi tape
·       Obat herbal/hormon

Sedangkan cara pembuatannya adalah sebagai berikut:
·       Siapkan tong plastik kemudian masukkan ampas tahu (1kg ), ragi tape (2 butir), dicampur jadi satu, lalu tong ditutup dengan plastik dengan rapat. diamkan selama 3 hari dan setiap 12 jam sekali dibuka dan diaduk
·       Setelah 3 hari, campur fregmentasi tadi (Ampas Tahu) dan ragi tape dengan prebiotik (2 tutup), temu lawak ( 5 sendok, cair), tetes (2 sendok), hormon (2 tutup/sendok). 
·       Diberikan lele kapasitas kolam 2000 bibit untuk 1 hari diberikan 4x (pagi, siang, sore, dan malam)
·       Catatan: Takaran diatas hanya diberikan lele umur 2 minggu, untuk umur 2 minggu berikutnya tambahkan 1kg lagi Ampas Tahu dan takaran bahan lainnya sesuai ketentuan di atas.

Demikian yang dapat kami beberkan mengenai cara pembuatan pakan organik dari Ampas Tahu, semoga dapat bermanfaat dan dijadikan sebagai referensi bagi para pengusaha lain yang membaca artikel ini

Herbal Untuk Tahap Awal Kolam


Langsung Aja Mang....

Siapin bahan : 

  •  Air Bersih                : Lima (5) Liter 
  • Daun Pepaya          : Sepuluh (10) Lembar, disarankan daun pepaya jantan/gandul 
  • Daun Sirih               : Sepuluh (10) Lembar 
  • Daun Ketapang       : Sepuluh (10) Lembar 
  • Daun Jawer Kotok  : Sepuluh (10) Lembar 
  • Arang kayu              : Dua (2) Kilo gram 
  • Kotoran Kambing    : Tiga (3) Kilo gram, disarankan kotoran kambing basah atau becek karena bercampur dengan air kencing (Jangan yang bulat-bulat).
Cara pembuatan : 
rendam bahan-bahan tersebut di atas menjadi satu pada wadah khusus yang telah disiapkan, misalnya ember atau drigen, lalu biarkan atau diendapkan selama dua minggu. Setelah dua minggu cairan herbal lele ini baru bisa digunakan.


Penggunaan : 
Campurkan 4 (empat) tutup botol aqua (+ 20cc) cairan herbal lele dengan 5 (lima) liter air, tambahkan dengan 2 (dua) sendok garam dapur, setelah dilarutkan, komposisi cairan herbal lele tersebut bisa segera diaplikasikan pada kolam lele berukuran 10m2, dengan cara menebarkan larutan herbal lele secara merata pada permukaan air kolam.