بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Selasa, 22 Oktober 2013

Hama dan Penyakit Ikan Lele Serta Pengendaliannya



Hama dan penyakit pada budidaya lele menjadi salah faktor penentu keberhasilan bisnis ini. Menanggulangi penyakit lele merupakan salah satu upaya mekmaksimalkan budidaya lele. Meski pengetahuan dan cara menanggulangi penyakit pada budidaya lele cukup penting terkadang diabaikan oleh peternak lele, apalagi jika usaha lele ini hanya menjadi usaha sampingan atau bisnis skala usaha kecil.
Banyak kejadian lele tiba-tiba mati mendadak dalam jumlah besar atau satu per satu mati dan akhirnya tidak bisa panen. Pertanyaan dan keluhan mengenai cara mengatasi penyakit pada ikan lele cukup sering kita dengar sehingga penting bagi para pembudidaya lele untuk memiliki pengetahuan di dalam hal ini.
Hama ikan Lele ukuran besar nampak secara kasat mata misalnya kucing, ular,Linsang. Untuk lele bibit di sawah hama lele bisa datang dari kodok, Ucrit dan burung pemakan ikan dan hewan-hewan lain. Penyakit pada ikan lele biasanya disebabkan oleh mikroorganisme yang tidak kasat mata.
Penyakit pada ikan lele cukup beragam dan memerlukan penanganan yang berbeda-beda tergantung jenis penyakitnya. Untuk mengetahui jenis penyakit apa yang menimpa ikan lele peliharaan kita, bisa dilihat dari gejala-gejala luar ikan lele. Meski lele termasuk ikan yang tahan hidup dalam air yang berkualitas buruk, tetapi sanitasi air memegang peranan penting dalam menunjang kesehatan lele.
Penyakit pada ikan lele biasanya disebabkan oleh mikroorganisme yang bersifat parasit yang hidup pada tubuh ikan lele, mikroorganisme ini biasanya berupa virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil. Beberapa penyebab penyakit pada ikan lele antara lain:

1.      Penyakit karena Bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla
Bentuk bakteri ini seperti batang dengan cambuk yang terletak di ujung batang, dan cambuk ini digunakan untuk bergerak. Ukurannya 0,7-0,8 x 1-1,5 mikron.
Gejala Lele Terserang Bakteri ini : warna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan. Lele bernafas megap-megap di permukaan air.
Pencegahan: lingkungan harus tetap bersih, termasuk kualitas air harus baik.
Pengobatan: melalui makanan antara lain pakan dicampur Terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7-10 hari berturut-turut atau dengan Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3-4 hari.

2.      Penyakit tuberculosis yang disebabkan bakteri Mycobacterium fortoitum
Gejalanya: tubuh ikan berwarna gelap, perut bengkak (karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring, bintik putih di sekitar mulut dan sirip.
Pengendalian: memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam.
Pengobatan: dengan Terramycin dicampur dengan makanan 5-7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5-15 hari.

3.      Penyakit karena Jamur/Cendawan Saprolegnia.
Penyebab: jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah.
Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas.
Pengendalian: benih gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5-3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1-0,2 ppm selama 1 jam atau 5-10 ppm selama 15 menit.

4.      Penyakit bintik putih dan gatal (Trichodiniasis)
Penyebab: parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius multifilis.
Gejala:
1)  ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air
2)   terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang;
3) ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam.
4)  Pengendalian: air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.

Pengobatan: dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada campuran larutan formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12-24 jam, kemudian ikan diberi air yang segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari.

5.      Penyakit cacing Trematoda
Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip.
Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka, kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu.
Pengendalian:
 1)   direndam formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit;
 2)   Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam;
 3)   Menyelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ±30 menit;
 4)   memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit;
 5)   dapat juga memakai larutan NH4OH 0,5% selama ±10 menit.
 
6.      Parasit Hirudinae
Penyebab: lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan.
Gejala: pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga menyebabkan anemia/kurang darah.
Pengendalian: Selalu diamati pada saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm.
Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah.
Penyakit yang menimpa ikan lele biasanya terjadi karena lingkungan air yang tidak baik, misalnya tercemar oleh zat-zat berbahaya, kepadatan tebar yang terlalu besar dan perubahan suhu yang drastis. Pada kondisi demikian daya tahan ikan lele menurun dan mudah terserang penyakit. Penyakit pada lele bisa juga berasal dari bibit lele sudah membawa penyakit dari asalnya, hanya belum menunjukkan gejala sakit saat ditebar. Untuk itu perlu berhati-hati dalam memilih bibit lele. Cara lain mengatasi penyakit ikan lele adalah mengkarantina ikan lele sakit pada kolam karantina yang diberi garam ikan, selain dengan pengobatan-pengobatan tersebut.

Selasa, 10 September 2013

Riset : Kerugian Peluang Usaha

Di bawah kondisi yang ideal, peluang bisnis adalah hal yang baik, cara dengan investasi yang rendah untuk memulai usaha dengan resiko yang rendah dan peluang yang bagus untuk sukses. Tapi tidak ada satupun di dunia ini yang sempurna, berikut beberapa masalah yang bisa saja muncul:
  1. Pemilihan lokasi yang buruk. Mayoritas peluang usaha adalah operasional ritel yang berorientasi pada konsumen yang mengandalkan pemilihan lokasi yang baik, visibilitas, dan kemudahan akses. Kebanyakan pembeli peluang usaha biasanya menerima lokasi yang mereka pilihkan. JANGAN! Lihatlah dengan diri Anda sendiri. Anda bisa menyewa konsultan marketing eksternal untuk mengevaluasi dan kemungkinan bertukar pendapat dengan pilihan perusahaan induk. Dengan memiliki lokasi yang lebih baik bisa berarti menghasilkan jutaan keuntungan dalam jangka waktu 20 tahun.
  2. Kurangnya dukungan. Biasanya tidak ada persyaratan bagi penjual- pemilik usaha untuk menawarkan dukungan yang berkelanjutan untuk bisnis yang serupa. Jika penjual tidak memberikan informasi atau pandauan yang bisa membantu Anda dalam melakukan operasional, Anda tidak memiliki sumber yang memadai.
  3. Eksekutifitas. Apakah Anda terikat dengan hanya menjual produk produsen? Jika masalahnya demikian dan Anda dengan alasan tertentu menyimpang, Anda memiliki resiko dimana pemilik ijin akan membantalkan perjanjian. Jika Anda membeli dari sumbernya, maka akan sulit untuk menyembunyikannya- kebanyakan perusahaan induk akan meminta Anda untuk membuka buku Anda untuk mengujinya diawal. Banyak ketidakteraturan yang akan ditemukan pada saat itu. Banyak pembeli peluang bisnis yang cerdas akan menegosiasikan poin persetujuan yang menetapkan sumber suplai dalam hal mutu produk yang konsisten.
  4. Kebangkrutan perusahaan induk. Sumber kejatuhan lainnya adalah kemungkinan dimana perusahaan induk terlalu luas sehingga terjadi kebangkrutan. Karena peluang bisnis ini tidak seserius jika dijadikan franchise, Anda akan mengalami resiko kehilangan bisnis karena kontrak kepemilikan Anda mungkin didanai melalui perusahaan induk.
Anda harus meneliti dengan cermat setiap peluang usaha yang Anda pertimbangkan. Buatlah daftar operator dari perusahaan induk dan telepon mereka. Mintalah pengacara Anda memastikan draft persetujuan yang dibuat oleh perusahaan induk. Pastikan Anda menerima laporan penjabaran. Kemudian evaluasi dengan cermat pemberi ijinnya. Jangan biarkan orang lain memburu Anda. Pastikan perusahaan yang bertanggung jawab itu memberikan dukungan pada peluang bisnis.

Sumber: www.entrepreneur.com

Senin, 12 Agustus 2013

MEMPERSIAPKAN MEDIA DASAR KOLAM (PLANTER) DI KOLAM TERPAL



1) Pastikan bahwa terpal yang digunakan sudah tidak terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia yang masih menempel di lapisan luar terpal yang akan mempengaruh kelangsungan hidup ikan lele. Jika terpal baru, sebaiknya dilakukan perendaman dengan mempergunakan batang pisang selama 1 minggu. Setelah itu kuras habis air kolam yang dipakai rendaman, baru diisi dengan air baru yang lebih sehat dan masih penuh dengan oksigen.
2) Mempergunakan Probiotik sangat dianjurkan karena Probiotik membantu meningkatkan kualitas air dan menimbulkan plankton-plankton serta renik-renik yang sangat berguna untuk dijadikan pakan alami ikan lele disaat ikan lele masih ukuran kecil (benih).
3)   Media dasar kolam atau lebih dikenal dengan Planter, dapat dilakukan dengan 2 cara:
a). Bahan-bahan Planter  ditebarkan langsung di kolam
b). Bahan-bahan Planter  dimasukkan ke karung goni berpori atau dapat juga dengan karung bawang berpori.
Planter yang langsung ditebar, akan lebih cepat menimbulkan plankton, renik-renik, uget-uget, cacing darah, cacing sutra, jentik nyamuk, kutu air serta binatang kecil lainnya. Hanya cara ini membuat kolam akan menjadi keruh kecoklatan bahkan kehitaman. Tidak indah dipandang mata.
Planter yang dimasukkan ke karung, lebih lambat sedikit menimbulkan pakan alami karena terhalang penguraiannya dengan karung yang membungkusnya. Hanya cara ini membuat kolam masih indah dipandang karena kolam terlihat masih jernih kehijauan tanda plankton sudah tumbuh dengan subur.
4)   Bahan-bahan Planter mudah didapat di alam sekitar, yaitu :
a). kotoran hewan (kohe) sapi, kohe kelinci, kohe kambing, dan lain-lain,
b). Batang pisang yang dicacah-cacah kecil,
c). Jerami padi, dapat juga pakai sekam,
d). Dedak Padi atau bekatul,
e). Ikan rucah yang digiling atau dihancurkan,
f). Limbah buah-buahan, seperti kulit pisang, kulita nanas, kulit papaya, dll
g). Limbah sayur-mayur, seperti sayur sawi, atau sayuran lainnya.
Komposisinya 1:1:1:1 untuk semua bahan. Maksimal ketinggian Media dasar kolam adalah 30% dari tinggi air kolam yang diinginkan. Misal tinggi air kolam adalah 1 meter, maka ketebalan planter cukup 30cm saja. Tidak semua bahan dicampurkan jika tidak ada, namun yang paling mutlak diperlukan adalah kohe sapi atau kambing.
5)   Semua bahan-bahan Planter dimasukkan ke kolam dan dibusukkan sampai matang. Probiotik yang mengandung mikroba pengurai (decomposer) sangat baik membantu mempercepat pematangan media dasar ini. Saya tidak akan menyebutkan merk untuk menjaga etika, hanya dapat saya katakan probiotik merk apapun mempunyai cara kerja yang sama, tergantung dari fungsi masing-masing mikrobanya. Pemula dapat melihat di label yang membungkus botolnya, atau dari brosur yang ada. Pergunakan Probiotik sesuai anjuran yang ada dimasing-masing label, baik dosis pemakaiannya maupun waktu aplikasinya. Biarkan Planter tersebut matang sampai tidak berbau lagi. Waktu pematangan yang baik antara 1 bulan sampai dengan 1,5 bulan.
6)   Saat pematangan media, air tidak perlu menggenang, cukup kondisi media basah-basah saja.
Baru setelah 1 bulan – 1,5 bulan, naikkan tinggi air setinggi 30 cm, berikan lagi probiotik hingga 3 hari. Setelah itu air kolam akan berwarna kehijauan.
7) Kalau ingin lebih meyakinkan lagi kondisi air kolam kita sehat atau tidak, Kertas Lakmus atau Kertas Uji PH Air, dapat dipergunakan. Kertas Lakmus mudah didapat di toko-toko bahan labouratorium atau pharmasi obat-obatan. PH Air yang standard buat ikan adalah antara 6 – 7.
8) Baru langkah berikutnya adalah bibit ikan ditebarkan. Sesaat setelah ikan ditebar, perhatikan kondisi ikan…jika ikan terlihat bergerak bebas dan gesit, itu pertanda baik bahwa media dasar kolam tidak bermasalah. Hanya jika ikan terlihat menggantung dipermukaan kolam, ada yang tidak pas dengan planter kolam, ikan segera diselamatkan dengan cara dipindah kolam.
9)   Cara yang dilakukan diatas akan menimbulkan banyak kebaikan, diantaranya adalah ikan menjadi sehat dan terimunisasi secara alami, tidak mudah stress, nafsu makan baik, dan yang paling penting adalah terjadinya penghematan biaya pakan pabrikan.
10)    Silahkan mencoba. Jika ada yang masih harus ditambahkan, silahkan menambahkan karena disini kita bukan mencari yang paling benar tetapi mencari kebaikan bersama.